FIELD VISIT INDONESIA INTERNASIONAL WATER WEEK to PDAM Kota Malang

Acara stakeholders Forum Indonesia International Water Week (IIWW) pada 21-23 Mei 2014 di Grand City Convex, Surabaya yang diadakan oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaaan Umum (PU) diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) sektor air minum dan sanitasi, juga oleh para pengambil keputusan dari kalangan pemerintahan, akademisi, praktisi, organisasi donor nasional/internasional, lembaga swadaya masyarakat dan sector swasta dari beberapa negara antara lain Malaysia, Filipina, Kamboja, Banglades, Pakistan, Jepang, Korea Selatan, Australia, Amerika, Kanada, Perancis, Belanda dan Inggris.

Tujuannya adalah bagaimana mengelola sumber daya air dengan mempertimbangkan aspek lingkungan untuk mengoptimalkan penggunaan air bagi kesejahteraan rakyat, dibutuhkan perpaduan antara pengetahuan dan penerapannya di lapangan untuk menyelesaikan permasalahan ketersediaan air (Kompas, 19/5/2014). Dengan keterlibatan semua pihak  dan penerapan teknologi baru akan diperoleh hasil yang aman, efisien serta biaya yang terjangkau sehingga masyarakat bisa menikmati air minum dengan mudah.

Menurut Dirjen Cipta Karya Erman S. Ernawi melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (13/05/2014), Stakeholders Forum of Indonesia International Water Week" tersebut sebagai persiapan untuk pelaksanaan “Indonesia International Water Week” atau IIWW yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2015. IIWW merupakan program dua tahunan. 

"Di Indonesia, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air minum dan sanitasi, meskipun ada beberapa kendala dalam upaya untuk menyediakan akses terhadap sumber air dan sanitasi dasar kepada masyarakat," katanya.

         Dikemukakan Erman S. Ernawi, RPJMN 2014-2019 mengamanatkan bidang pelayanan air minum dan sanitasi layak harus mencapai akses 100 persen di akhir tahun 2019. Dorongan untuk percepatan pelayanan air minum dan sanitasi layak tersebut menjadi tantangan besar yang dihadapi Indonesia. Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan dukungan pendanaan, penguatan kelembagaan, keberlanjutan penyediaan air baku, peran serta swasta dan masyarakat, serta penerapan inovasi teknologi. Terdapat sejumlah tantangan untuk memenuhi amanat ini. Pertama, tantangan kelembagaan. Tantangan kedua, menyangkut pembiayaan. Ketiga adalah meningkatkan kapasitas lembaga perusahaan penyedia air minum dengan menerapkan prinsip kewirausahaan. Dan tantangan kelima adalah memastikan ketersediaan air baku.

        "Untuk keberhasilan pencapaian target-target tersebut mutlak diperlukan komitmen serius dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, termasuk perlunya menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan mitra di dalam negeri dan luar negeri," kata Dirjen Cipta Karya.

        "Karena itu sangat penting untuk menyukseskan Stakeholder’s Forum of Indonesia International Water Week di Surabaya, karena acara itu akan menghimpun isu-isu dan berbagai solusi kreatif dalam menghadapi target MDGs 2015 serta memberikan kontribusi agenda masalah air minum dan sanitasi pada Preparatory Meeting Habitat Asia Pacific Region di Indonesia yang akan diselenggarakan tahun 2015," katanya. (Ditpam/yss)

        Sementara pada hari terakhir dari forum IIWW diisi dengan Field Visit ke PDAM Kota Malang yang dijadikan sebagai sasaran kunjungan karena prestasi yang telah banyak dicapai terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana air minum bagi masyarakat”, kata HM. Jemianto, Dirut PDAM Kota Malang. Harapan beliau dari kunjungan tersebut, bahwa PDAM Kota Malang dapat memperoleh masukan dari delegasi kota dan negara-negara peserta. Selain itu, bisa lebih meningkatkan penguasaan teknologi baru untuk para pengelola air dan sanitasi di Kota Malang.

         Peserta forum IIWW saat tiba di PDAM Kota Malang, mereka diberi penjelasan tentang sistem informasi tenologi. Pencapaian penurunan kehilangan air atau NRW (non revenue water) dari 41% pada tahun 2010 menjadi 26% di tahun 2013 dan pada akhir 2014 menjadi 20% dilakukan dengan mengimplementasikan program NRW yang nyata berbasis teori-teori NRW terkini. Yakni dengan empat elemen strategi pengendalian kehilangan air fisik berkelanjutan: 1) Pengaturan tekanan. 2) Kecepatan dan kualitas perbaikan. 3)  Manajemen asset. dan keempat, Active leakage control. Peragaan NRW kepada para peserta di lakukan pada DMA (distrik meter area) di wilayah Sawojajar.

          Untuk pemakaian energi agar lebih efisien, digunakan infrastruktur SPAM yang mampu menghindari tarif KVARH dan tarif WBP yang ditetapkan PLN serta didukung dengan program NRW  yang mampu menurunkan KWH (pemakaian listrik). Untuk melihat efisiensi energi, peserta diajak ke tandon Mojolangu. Selain itu, 60% daerah pelayanan PDAM telah di declare daerah ZAMP (air siap minum) yang didukung program ISO  9001: 2008 yang saat ini telah dilengkapi program RPAM (Water Safety Plan) dalam pengoperasiannya. Kunjungan dilanjutkan ke SMAN 10 yang sudah tersedia chiller dimana air yang keluar dari kran sudah bisa langsung diminum. Alat ini sudah tersedia di beberapa tempat umum termasuk sekolah.

          Sistem informasi yang sudah dipakai mampu memberikan outcome efisiensi penagihan 99,97% menjaga kepastian GIS terupdate, sambungan baru dua hari mengalir, standar minimal pelayanan H + 1, serta integrasi seluruh proses bisnis internal mulai pasangan baru, billing, work order, inventory, costomer service, BBM, e-Office, e-Procurement, e-SDM,     e-RAB, GIS sampai dengan Akutansi.

          Bahkan, 70% luasan SPAM PDAM Kota Malang (produksi-transmisi-distribusi) saat ini dapat dimonitor secara online melalui dashboard yang mengintegrasikan critical point pressure, inlet dma, pumping station, water level reservoir dan GIS system mampu mendukung tercapainya standar minimal pelayanan aliran 24 jam per hari dengan tekanan minimal 0,5 bar pada beban puncak di semua wilayah pelayanan PDAM Kota Malang, serta tercapainya tingkat kehilangan air <= 20% pada akhir tahun 2014